Sasambo adalah akronim dari tiga suku utama yang mendiami Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu:
Sa = Suku Sasak, yang mayoritas tinggal di Pulau Lombok.
Sam = Suku Samawa (Sumbawa), yang mayoritas tinggal di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Bo = Suku Mbojo (Bima), yang mayoritas tinggal di Kota Bima dan Kabupaten Bima.
Mendiami Pulau Lombok.
Menggunakan bahasa Sasak dengan beberapa dialek.
Memiliki budaya seperti Peresean, Bau Nyale, dan tenun khas Lombok.
Mayoritas beragama Islam.
Mendiami bagian barat dan tengah Pulau Sumbawa.
Menggunakan bahasa Samawa.
Memiliki budaya seperti Barapan Kebo, Sakeco, dan Kre Alang (kain tenun Sumbawa).
Mayoritas beragama Islam.
Mendiami wilayah Bima dan Dompu di bagian timur Pulau Sumbawa.
Menggunakan bahasa Mbojo.
Memiliki budaya seperti Rimpu (cara berpakaian tradisional perempuan Bima), Pacoa Jara (atraksi berkuda), dan berbagai tarian adat.
Mayoritas beragama Islam.
Istilah Sasambo melambangkan persatuan dan keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Barat. Meskipun memiliki bahasa, adat, dan tradisi yang berbeda, ketiga suku ini hidup berdampingan dan bersama-sama membentuk identitas budaya NTB.
Kesimpulan:
Sasambo bukanlah nama satu suku, melainkan istilah yang merujuk pada tiga suku utama di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu Sasak, Samawa, dan Mbojo, yang menjadi simbol persatuan dalam keberagaman budaya daerah tersebut.