Sakeco adalah seni sastra lisan tradisional masyarakat Tau Samawa (Sumbawa) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sakeco disampaikan melalui syair atau lawas yang ditembangkan dengan irama khas untuk menyampaikan perasaan, nasihat, kritik sosial, ajaran agama, dan pesan kehidupan. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sumbawa. (jurnal.bimaberilmu.com +2)
Sakeco bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media pendidikan, penyampaian pesan, serta pewarisan nilai-nilai budaya dan agama. Tradisi ini berkembang dari perpaduan budaya lokal Samawa dengan nilai-nilai Islam sehingga banyak syairnya berisi pesan moral dan spiritual. (ejournal.stitbima.ac.id +1)
Sakeco biasanya dibawakan oleh dua orang atau lebih.
Para pemain menyanyikan lawas (syair tradisional) dengan irama khas.
Diiringi alat musik Rabana Ode (rebana kecil).
Pertunjukan dapat berlangsung cukup lama dan sering diselingi cerita, humor, serta dialog yang menarik.
Gaya penyampaiannya menonjolkan intonasi, musikalitas, dan kemampuan berpantun secara spontan.
Sakeco +2
Sakeco biasanya ditampilkan pada berbagai kegiatan masyarakat seperti pernikahan, khitanan, peringatan hari besar keagamaan, perayaan kemerdekaan, festival seni, dan acara adat lainnya.
Sakeco memiliki berbagai fungsi, yaitu:
Media hiburan bagi masyarakat.
Media pendidikan, karena berisi pesan moral dan nasihat.
Pelestarian budaya dan identitas Tau Samawa.
Media komunikasi sosial untuk menyampaikan kritik dan aspirasi.
Pengiring upacara adat, seperti pernikahan, khitanan, dan acara adat lainnya.
Nilai keagamaan dan spiritual.
Nilai moral dan etika.
Nilai gotong royong dan kebersamaan.
Nilai penghormatan terhadap adat dan leluhur.
Nilai pendidikan karakter.
Sakeco merupakan seni sastra lisan khas Sumbawa yang memadukan syair lawas, musik rebana, dan nilai-nilai moral serta religius. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan, dakwah, dan pelestarian budaya. Karena kekayaan makna yang dimilikinya, Sakeco menjadi salah satu daya tarik budaya penting di Pulau Sumbawa dan perlu terus dilestarikan oleh generasi muda.
Ringkasan singkat: Sakeco adalah seni tutur dan nyanyian tradisional masyarakat Sumbawa yang menggunakan syair lawas dan iringan rebana untuk menyampaikan nasihat, ajaran agama, kritik sosial, serta nilai budaya, yang biasa dipentaskan pada acara adat dan keagamaan.