Tenun Tembe Nggoli adalah kain tenun tradisional khas masyarakat Mbojo (Bima–Dompu) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kain ini dibuat secara manual menggunakan alat tenun tradisional dan merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai seni, sejarah, dan filosofi tinggi. Tembe Nggoli telah menjadi identitas masyarakat Bima dan digunakan dalam berbagai kegiatan adat maupun kehidupan sehari-hari.
Tradisi menenun Tembe Nggoli telah berkembang sejak masa Kesultanan Bima. Dahulu, kain ini digunakan sebagai pakaian adat dan simbol status sosial. Hingga sekarang, keterampilan menenun diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat, khususnya para perempuan di Bima.
Pembuatan Tembe Nggoli dilakukan secara tradisional melalui beberapa tahapan, yaitu:
Menyiapkan benang katun atau kapas.
Mewarnai benang sesuai motif yang diinginkan.
Menyusun benang pada alat tenun tradisional.
Menenun secara manual hingga menjadi selembar kain.
Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Lama pengerjaan dapat mencapai beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung tingkat kerumitan motif.
Tembe Nggoli memiliki berbagai motif khas, seperti:
Kakando (rebung)
Nggusu Waru (bunga bersudut delapan)
Wunta Cengke (bunga cengkeh)
Weri
Isi Mangge
Warna-warna yang digunakan umumnya cerah, seperti merah, kuning, hijau, biru, hitam, dan putih. Setiap warna dan motif memiliki makna simbolis, seperti keberanian, kejujuran, kesejahteraan, kedamaian, dan kejayaan.
Tembe Nggoli digunakan sebagai:
Busana adat pada upacara adat dan pernikahan.
Bahan untuk Rimpu, pakaian tradisional perempuan Bima.
Sarung dan pelengkap busana laki-laki.
Suvenir dan produk kerajinan khas Bima.
Produk fesyen modern seperti baju, tas, dan selendang.
Tembe Nggoli mengandung nilai-nilai penting, antara lain:
Pelestarian budaya dan identitas masyarakat Mbojo.
Kerja keras dan ketekunan, karena proses menenun membutuhkan waktu yang lama.
Nilai seni, terlihat dari keindahan motif dan warna.
Nilai ekonomi, karena menjadi sumber pendapatan bagi para pengrajin tenun.
Tenun Tembe Nggoli merupakan warisan budaya khas Bima yang memiliki nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi. Selain digunakan sebagai pakaian adat, kain ini juga menjadi simbol identitas masyarakat Mbojo serta berperan penting dalam melestarikan budaya dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui industri kerajinan tenun.