Kain Tenun Sumbawa atau Kre Alang adalah kain tenun tradisional khas masyarakat Tau Samawa di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kain ini merupakan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi simbol identitas, kebanggaan, serta kekayaan budaya masyarakat Sumbawa. Kre Alang dibuat secara manual menggunakan alat tenun tradisional sehingga menghasilkan kain yang berkualitas tinggi dan bernilai seni tinggi. (Journal UNU Yogyakarta)
Tradisi menenun di Sumbawa telah ada sejak zaman kerajaan dan dahulu hanya digunakan oleh kalangan bangsawan, keluarga kerajaan, serta tokoh adat dalam upacara penting. Seiring perkembangan zaman, kain tenun mulai digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik sebagai pakaian adat maupun produk kerajinan. (Etalase Poto)
Pembuatan kain tenun dilakukan secara manual melalui beberapa tahapan:
Menyiapkan benang katun, sutra, atau benang emas dan perak.
Membuat pola dan motif.
Menenun menggunakan alat tenun tradisional (gedog).
Menyelesaikan proses hingga menjadi selembar kain.
Pembuatan satu lembar kain dapat memakan waktu sekitar 15–30 hari, bahkan hingga satu bulan tergantung tingkat kerumitan motifnya. (ResearchGate)
Motif-motif pada kain tenun Sumbawa terinspirasi dari alam dan kehidupan masyarakat, antara lain:
Kemang Setange (bunga khas Sumbawa)
Gelampok (tanaman obat tradisional)
Kembang Langit
Lonto Engal
Kuku Macan
Pusuk Rebong
Setiap motif memiliki makna yang melambangkan keindahan alam, keberanian, kesuburan, dan harapan akan kehidupan yang sejahtera. (UMKM Sumbawa)
Kain tenun digunakan sebagai:
Pakaian adat pada upacara adat dan pernikahan.
Busana dalam acara keagamaan dan budaya.
Cendera mata atau suvenir khas Sumbawa.
Produk fesyen seperti baju, selendang, tas, dan aksesori.
Kain Tenun Sumbawa mengandung nilai-nilai:
Pelestarian budaya dan identitas masyarakat Tau Samawa.
Kerja keras dan ketelitian, karena proses pembuatannya membutuhkan waktu lama.
Nilai seni, terlihat dari motif dan warna yang indah.
Nilai ekonomi, karena menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak pengrajin tenun. (Journal UNU Yogyakarta)
Kain Tenun Sumbawa (Kre Alang) merupakan warisan budaya khas Sumbawa yang dibuat secara tradisional dengan motif-motif yang sarat makna. Selain digunakan sebagai pakaian adat, kain ini juga menjadi simbol identitas budaya, memiliki nilai seni yang tinggi, serta berperan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat melalui industri kerajinan tenun. (Journal UNU Yogyakarta)