Rimpu Mbojo adalah pakaian adat tradisional perempuan masyarakat Mbojo (Bima) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rimpu dibuat dengan menggunakan dua lembar kain tenun Tembe Nggoli yang dikenakan untuk menutupi tubuh dan kepala. Tradisi ini merupakan perpaduan antara budaya lokal Bima dan nilai-nilai Islam, sehingga menjadi simbol kesopanan, kehormatan, dan identitas perempuan Bima.
Tradisi Rimpu mulai berkembang sejak masuknya Islam ke wilayah Bima pada abad ke-17. Masyarakat kemudian memadukan ajaran Islam tentang menutup aurat dengan penggunaan kain tenun khas Bima (Tembe Nggoli). Hingga kini, Rimpu tetap dilestarikan sebagai warisan budaya dan sering dikenakan pada acara adat, festival budaya, serta peringatan hari-hari besar.
Rimpu Cili
Dipakai oleh perempuan yang belum menikah.
Wajah hampir seluruhnya tertutup, hanya bagian mata yang terlihat.
Melambangkan kesopanan, kehormatan, dan perlindungan diri.
Rimpu Colo
Dipakai oleh perempuan yang sudah menikah.
Wajah terbuka, sedangkan kepala dan tubuh tetap tertutup kain.
Melambangkan kedewasaan dan tanggung jawab sebagai seorang istri.
Menggunakan dua lembar kain Tembe Nggoli.
Satu lembar dikenakan sebagai bawahan (sarung).
Satu lembar lagi digunakan untuk menutupi kepala, bahu, dan tubuh sesuai jenis rimpu yang dipakai.
Rimpu mengandung berbagai nilai penting, yaitu:
Kesopanan dan kehormatan perempuan.
Ketaatan terhadap nilai-nilai agama Islam.
Identitas budaya masyarakat Mbojo.
Pelestarian tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kebanggaan daerah, karena menjadi ikon budaya Bima.
Dibuat menggunakan kain tenun Tembe Nggoli dengan motif dan warna khas Bima.
Memiliki dua jenis penggunaan sesuai status perempuan (belum menikah dan sudah menikah).
Menjadi salah satu ikon budaya yang sering ditampilkan dalam festival budaya dan promosi pariwisata di Bima.
Rimpu Mbojo merupakan pakaian adat khas perempuan Bima yang terbuat dari kain tenun Tembe Nggoli. Selain berfungsi sebagai busana tradisional, Rimpu juga melambangkan kesopanan, identitas budaya, serta perpaduan antara adat istiadat Mbojo dan ajaran Islam. Hingga saat ini, Rimpu tetap menjadi warisan budaya yang dijaga dan dibanggakan oleh masyarakat Bima.