Sasambo merupakan akronim dari tiga suku besar asli di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB): Sasak (Lombok), Samawa (Sumbawa), dan Mbojo (Bima dan Dompu).
Oleh karena itu, lagu dan musik Sasambo berakar dari penggabungan kekayaan seni budaya etnis-etnis tersebut yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Berikut adalah rincian tradisi musik dari ketiga unsur Sasambo:
Suku Sasak (Lombok): Terkenal dengan musik Gendang Beleq dan alat musik petik kecimol atau seruling. Musik tradisional ini sering dimainkan untuk mengiringi tarian, upacara adat (seperti nyale dan peresean), serta mengiringi lagu-lagu daerah.
Suku Samawa (Sumbawa): Memiliki tradisi vokal dan musik khas seperti Lawas (senandung syair tradisional) yang diiringi alat musik gesek (rebab) atau gong khas Sumbawa.
Suku Mbojo (Bima & Dompu): Memiliki seni musik dan nyanyian tradisional yang mirip dengan irama khas pulau Sumbawa, biasanya dimainkan dengan alat musik perkusi dan seruling saat upacara adat atau penyambutan tamu.
Dalam penggunaannya, lagu dan musik Sasambo sering menjadi representasi identitas kesenian dan kebanggaan masyarakat NTB.